Jumat, 13 April 2012
Karena Aku Mencintaimu Dalam Diam
Sering kali aku mencuri-curi waktu untuk bisa melihat senyummu. Anehnya, jika kamu tersenyum kepadaku, bibirku terasa kaku untuk membalas senyummu itu.
Sering kali aku mencoba menyapamu. Anehnya, nyaliku selalu ciut jika melihat dirimu.
Aku tak tahu kenapa aku bisa seperti ini. Jatuh cinta kah aku kepadamu? Mungkin.
Sungguh aku begitu menikmati proses ini. sebuah proses yang kadang membuat semangatku meledak-ledak, namun bisa juga meruntuhkannya seketika. Bukannya mencintai seseorang itu wajar?
Ya, aku ingin menikmatinya.
Cukup aku mencintamui dalam diam… bukan karena membenci hadirmu…tapi menjaga untuk kesucian
bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya
bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..
Cukup aku mencintaimu dengan kesederhanaan… memupuknya hanya akan menambah penderitaan
menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan
mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…
Maka aku mencintaimu dengan keikhlasan karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?
jadi mengingatkanku akan ayat-Nya
“ …boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat burukbagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216)
Selasa, 28 Februari 2012
Pepes Tahu

em.....yummy...siapa sich yang tidak kenal dengan makanan yang satu ini. pepes tahu merupakan makanan rumahan yang rasanya mak nyussss...... bikin terbang ke langit ke tujuh...
mau tau cara buatnya????? : )
ini ada resep dari simbah saya di jamin rasanya mak nyuss...
Resep Pepes Tahu Daun Kemangi Pedas
Bahan :
- 10 buah tahu kuning/tahu putih ukuran sedang,hancurkan
- 5 buah kerupuk palembang,hancurkan
- 100 gr jamur kancing,iris
- 2 btr telur
- 2 ikat daun kemangi,petiki
- Garam,bumbu penyedap secukupnya
- 1 ruas jari lengkuas,memarkan
- 3 lembar daun salam
- 10 buah cabai rawit
- Daun pisang
- Lidi untuk menyemat
- 5 buah cabai merah
- 5 siung bawang putih
- 7 buah bawang merah
- Campurkan tahu bersama kerupuk palembang,aduk rata.
- Tambahkan bumbu halus,daun salam,lengkuas,garam,bumbu penyedap,dan jamur kancing.Aduk sampai tercampur rata.
- Ambil satu lembar daun pisang,sendokkan tahu,beri daun kemangi dan cabai rawit.Lakukan hingga adonan habis.
- Kukus pepesan tahu kurang lebih 30 menit.Angkat dan sajikan selagi hangat.
Puding Gula Jawa
Puding tak harus dibuat dari bahan mahal. Dari bahan sederhanapun tercipta puding yang enak. Contohnya Resep Puding Gula Merah Kelapa Muda ini. Pas Banget untuk suguhan buka puasa atau acara acara istimewa lainnya :)
Bahan Membuat Puding Gula Merah Kelapa Muda :
- 800 ml santan dari 1/2 butir kelapa
- 1 bungkus agar agar bubuk
- 2 lembar daun pandan
- 1/4 sendok teh garam
- 200 gram gula merah sisir
- 75 gram kelapa muda, keruk lebar
Cara Membuat Puding Gula Merah Kelapa Muda :
- Rebus santan agar agar, daun pandan, garam dan gula merah sambil diaduk sampai mendidih
- Tuang 1/3 bagian di loyang loaf. Biarkan setengah beku. tata Kelapa Muda. tuang lagi 1/3 bagian sisa puding yang sudah di panaskan. biarkan setengah beku.
- Tata kelapa muda. Tuang sisa puding yang sudah dipanaskan. Biarkan dingin
- Potong potong
Untuk 8 potong
Sumber : Sedap Sekejap
Beri aku nasihat.......
Pagi ini aku menerima sebuah pesan dalam telepon genggamku dari seorang sahabat, “Saudaraku, beri nasihat untukku hari ini …” Aku sempat tertegun membacanya, sambil menghela nafas kata-kata itu seperti menembus relung terdalam bathinku yang sedang berteriak keras, bahwa sejujurnya disaat ini akulah yang seharusnya lebih banyak mengirimkan pesan semacam itu kepada semua sahabat, saudaraku dimana saja.
Sungguh aneh rasanya jika ada orang yang enggan menerima nasihat, dan lebih aneh lagi jika ternyata ada orang yang gemar berkata-kata tanpa banyak menggunakan telinganya untuk mendengarkan orang lain. Dilihat dari struktur indera yang kita miliki, seharusnya setiap manusia sadar bahwa keberadaan dua telinga yang ditempatkan Allah di kanan dan kiri manusia agar dapat menangkap setiap pesan dan masukan lebih banyak. Bukan sebaliknya, menutup telinga rapat-rapat sementara membuka mulut dengan lebar sambil mengeluarkan banyak kata. Fitrah dan kodratnya demikian.
Allah SWT menciptakan mulut dengan dua katup bibir yang bisa bergerak menutup dan membuka agar manusia bisa mengerti kapan waktunya diam dan kapan waktunya bicara. Dua bibir itu pula yang seharusnya mengontrol gerak lidah yang letaknya didalam rongga mulut. Sudah jelas, jika bibir tidak terbuka maka lidah pun tidak akan bergerak sehingga tak ada kata-kata yang keluar. Sedangkan Dia ciptakan sepasang telinga dengan cuping yang lebar tanpa kemampuan bergerak menutup dan selamanya terbuka. Tentu saja, karena Allah menginginkan kita terus menerus memasang telinga ini untuk mendengar, filterisasinya hanya ada di otak manusia yang menyeleksi apakah setiap pesan yang masuk akan diteruskan ke hati, mata dan indera lainnya atau tidak. Dengan mengefektifkan pendengaran, seseorang bisa mendapatkan energi baru, arah dan fokus untuk membantunya menemukan motivasi kuat dalam langkah-langkah selanjutnya.
Oleh karenanya, kepada sahabat yang pagi ini mengirimkan SMS untuk meminta nasihat kepadaku, terus terang aku meminta, berlakulah adil kepada saudaramu ini. Bahwa sebenarnya saat ini aku yang jauh lebih memerlukan masukan, agar aku mendapatkan suntikan energi, arah dan motivasi yang lebih segar. Bukankah demikian perintah yang berbunyi dalam Surah Al Ashr, bahwa orang beriman hendaknya saling menasihati. Artinya, jika kita sudah sering mendapatkan nasihat dari saudara kita selama ini, adillah kepadanya dengan memberikan nasihat kepadanya. Tentu saja, ini bukan sekedar latihan bahwa kelak di akhirat mulut ini akan terkunci. Wallahu a’lam bishshowaab