Jumat, 13 April 2012

Karena Aku Mencintaimu Dalam Diam

Sering kali aku mencuri pandang kepadamu. Anehnya, jika kamu balas memandangku, aku segera memalingkan muka dan menyibukkan diri dengan berpura-pura mencatat sesuatu.
 Sering kali aku mencuri-curi waktu untuk bisa melihat senyummu. Anehnya, jika kamu tersenyum kepadaku, bibirku terasa kaku untuk membalas senyummu itu.
Sering kali aku mencoba menyapamu. Anehnya, nyaliku selalu ciut jika melihat dirimu.
Aku tak tahu kenapa aku bisa seperti ini. Jatuh cinta kah aku kepadamu? Mungkin.
Sungguh aku begitu menikmati proses ini. sebuah proses yang kadang membuat semangatku meledak-ledak, namun bisa juga meruntuhkannya seketika. Bukannya mencintai seseorang itu wajar?
Ya, aku ingin menikmatinya.
Cukup aku mencintamui  dalam diam… bukan karena membenci hadirmu…tapi menjaga untuk kesucian
bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya
bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..
Cukup aku mencintaimu dengan kesederhanaan… memupuknya hanya akan menambah penderitaan
menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan
mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…
Maka aku mencintaimu dengan keikhlasan karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?
jadi mengingatkanku akan ayat-Nya
“ …boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat burukbagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar